Pusat Informasi Agusto

29 May , 2008

Emas dalam Ponsel dan Kartu SIM

Filed under: Ponsel

Oleh Moch S Hendrowijono

Anda pengguna ponsel yang suka gonta-ganti kartu SIM untuk mencari yang murah lalu begitu pulsa habis membuang kartu tersebut? Coba pikir-pikir lagi. Di dalam kartu itu ternyata ada emasnya! Ponsel bekas yang karena tua dan tidak laku dijual lalu acap dibuang begitu saja pun mengandung emas, tembaga dan perak.

Percaya tidak, sebuah perusahaan di Singapura dan Jepang sudah mulai menjadi anggota Lasykar Mandiri (julukan keren untuk pemulung), khusus ponsel tua dan kartu SIM yang dibuang orang. Proses para pemulung ponsel dan kartu SIM bekas ini sama saja dengan juragan pemulung biasa: menyerahkan hasil kumpulannya ke pengolah atau mengolahnya sendiri untuk memisahkan komponen-komponen yang ada dalam kartu SIM atau ponsel. Dari jutaan kartu dan ribuan ponsel yang dikumpulkan, mereka bisa mendulang kiloan emas murni dan puluhan bahkan ratusan kilo tembaga, perak, timah dan beberapa macam lagi.

Dari mana emas atau logam-logam itu datang? Dalam sirkit di ponsel atau chip di kartu SIM (GSM) atau RUIM (CDMA), memang ada emasnya. Emas digunakan karena terbukti mampu menyalurkan arus elektronik lebih baik dibandingkan tembaga. Produsen ponsel atau kartu SIM/RUIM tidak pernah mengurangi atau meniadakan kandungan logam mulia itu, walaupun dalam setiap unit jumlahnya mungkin cuma seperseribu gram.

Nah, jika berhasil mengumpulkan satu juta kartu SIM bekas, kita bisa berharap mendapatkan 1.000 gram atau satu kilogram emas murni. Dan jika kita bisa mengurai ponsel bekas, akan lebih banyak lagi emas, perak dan tembaga yang bisa kita peroleh.

Yokohama Metal Co Ltd, sebuah perusahaan pemulung mendapati kenyataan bahwa ponsel dan kartu SIM merupakan tambang emas yang benar-benar hebat. Jika dari satu ton material yang diambil di tambang emas konvensional hanya didapat sekitar 5 gram emas, dari satu ton ponsel bekas yang dilebur bisa didapat 30 kali lipat, alias 150 gram emas.

Bisa Rp 45 Juta Sebulan

Lasykar Mandiri emas dari Singapura, dan juga Jepang, akan masuk Indonesia dan menawarkan pembelian kartu SIM bekas dengan harga sekitar Rp 100, atau Rp 1000 per ponsel. Mereka akan membangun pabrik untuk melebur alat komunikasi tadi, menjaring emas, tembaga dan perak yang ada.

Mari kita hitung peluang mendulang emas dari kartu SIM dari beberapa operator telekomunikasi yang ada di tanah air. Kita mulai dengan Telkomsel. Tahun ini pelanggannya sudah 52 juta. Dengan pertumbuhan pelanggan yang rata-rata 30% setahun, Telkomsel membutuhkan 200%, bahkan 300% kartu SIM dari jumlah pelanggan aktualnya.

Menurut seorang petinggi Telkomsel, persaingan bisnis yang ketat membuat tingkat churn – banyaknya pelanggan yang pindah operator – sangat tinggi. Untuk mendapat pertumbuhan pelanggan 1,5 juta sebulan seperti saat ini, Telkomsel harus menjual 12 juta kartu perdana (starter pack – SP).

Ini berarti, dari Telkomsel saja ada 10,5 juta kartu SIM yang dibuang begitu pulsanya habis. Belum lagi dari PT Indosat, Excelcomindo (XL), dan delapan operator komunikasi nirkabel lain.

Total satu bulan bisa terkumpul sampai 25 juta “kartu mati”. Kalau per kartu beratnya 2 gram, maka jumlah totalnya sekitar 50 ton. Jika semua itu berhasil dikumpulkan dan diambil logamnya, akan didapat sekitar 25 kilogram emas sebulan, dan sekitar 100 kg tembaga.

Dengan melumatkan 10.000 ponsel bekas atau seberat satu ton (diasumsikan rata-rata per ponsel beratnya 100 gram), berarti akan didapat 150 gram emas, 100 kg tembaga dan 3 kg perak. Ini di luar plastik, atau timahnya yang juga didapat.

Logam-logam tadi bisa dijual dalam bentuk ingot (logam bahan baku) yang harganya sudah cukup lumayan, karena berkadar 99,99% atau kalau emas 24 karat. Kalau mengikuti harga emas dunia yang Rp 300.000 per gram, setiap bulan dari kartu SIM dan RUIM bekas saja bisa didulang harta sedikitnya Rp 7,5 miliar. Padahal modalnya hanya 25 juta kali Rp 100, alias Rp 2,5 miliar.

Angka pendapatan ini akan bertambah dengan penjualan tembaga yang bisa mencapai Rp 1 miliar, juga dari karton yang dilebur jadi bubur kertas. Sepuluh ribu ponsel bekas yang dibeli sekitar Rp 10 juta akan menghasilkan emas senilai Rp 45 juta, dan tembaga senilai Rp 1 miliar. Ini di luar penjualan perak dan timah. (www.2tech.biz)

Meraup Uang lewat AdSense

Filed under: Info, Internet
Meraup uang dari Internet beraneka caranya. Yang paling menggoda memang yang haram, seperti carding dan aneka penipuan virtual. Namun sebenarnya pilihan yang halal masih banyak, bahkan dapat diraih dengan mudah.

Salah satunya adalah dengan memanfaatkan situs pribadi atau situs yang Anda kelola. Bisa situs portofolio karya, situs komunikasi, bahkan weblog sekalipun. Caranya? Gampang. Jadikan area pribadi Anda di jagat maya tersebut sebagai “baliho” atau “plang iklan” virtual.

Siapa yang mau pasang iklan di website pribadi? Search engine beken nan besar, Google.com, menyediakan dananya untuk Anda dan netter lainnya yang bersedia memampang iklannya. Lewat fasilitas AdSense, Google menebar iklan-iklannya.

Apa itu AdSense?

Google AdSense adalah layanan iklan yang bisa membuat situs pribadi Anda bak area pinggir jalan raya yang berprospek untuk dipasangi plang billboard atau beragam baliho. Itu artinya ada uang sewa untuk area tersebut yang bisa Anda punguti.

Teknologi di belakang AdSense dikembangkan oleh firma IT WordNet, Simpli, dan sejumlah profesor dan mahasiswa lulusan Brown University, AS. Selanjutnya, variasi pengembangan teknologi dari Wordnet ini dikembangkan lagi oleh Oingo, sebuah situs pencari yang didirikan pada 1998. Setelah berubah nama menjadi Appled Semantic, situs pencari berskala kecil itu kemudian dibeli Google dengan dana US$ 102 juta pada April 2003.

Prinsip dari layanan ini sebenarnya simpel. Anda cukup menyediakan area di situs pribadi untuk pamflet iklan. Pilih jenis iklan yang cocok dan sesuai dengan situs, lalu pasang aplikasi javascript dari Google AdSense setelah mendaftar. Selanjutnya, jika ada pengunjung situs Anda yang mengeklik link atau hanya melihat iklan tersebut, maka Anda mendapat ongkos iklan.

Semakin banyak pengeklik link iklan tersebut, pemasukan Anda semakin bertambah. Karenanya, semakin banyak pengunjung situs, kemungkinan bertambahnya pemasukan iklan Anda terbuka.

 Bagaimana agar pengunjung situs semakin banyak? Salah satunya, Anda bisa mengatasinya dengan mengelola konten situs agar tampil menarik dan diminati, tentu secara kontinu. Ya, ini memang tidak semudah menjetikkan tangan. Butuh kreativitas.

Aneka Pilihan AdSense

Ada beberapa jenis bentuk layanan AdSense yang bisa dimanfaatkan. Pertama adalah bentuk AdSense for content. Link situs atau hasil pencarian langsung tertera di isi dalam sebuah artikel atau bahasan dalam situs. Iklan link Google ini biasanya bertema sama dengan artikel atau tema situs yang menjadi area iklannya.

Ada pula yang berbentuk AdSense for Search, di mana pengelola situs menyediakan kotak pencarian Google untuk para pengunjungnya. Jika website Anda memiliki versi mobile yang bisa diakses melalui ponsel, manfaatkan juga AdSense for mobile agar situs Anda bisa berkolaborasi dengan Google mobile.

Ada juga fasilitas Referral, di mana Anda bisa meraup uang dengan mereferensikan layanan dan servis Google kepada pengunjung situs. Kini Google juga tengah mengembangkan AdSense for feed, di mana informasi iklan disampaikan melalui RSS feed dan juga AdSense for Video yang akan menampilkan iklan dalam wujud gambar bergerak.

Pendapatan Dollar

Persyaratan untuk menggunakan layanan ini mudah. Tak dipungut bayaran, alias gratis untuk pendaftarannya. Sebaliknya, Anda akan dibayar. Syaratnya Anda harus mendaftarkan diri dan memberikan kesediaan memajang iklan.

Berapa sih Google akan membayar Anda? Hmm, untuk satu ini memang tergantung dari jumlah pengunjung situs. Semakin banyak dan populer situs Anda, Google akan menghargainya lebih tinggi. Hal ini juga tergantung dari tawaran klien pengiklan Google terhadap situs Anda.

Hitungannya memang tak dipaparkan detil, kecuali untuk konsep layanan Referral. Namun, Anda bisa terus memantau pendapatan lewat akun yang tersedia sesaat setelah Anda mendaftar. Secara umum, konsep penarifan AdSense terbagi dua. Bisa berdasarkan jumlah pengakses atau pengeklik iklan yang terpampang di situs (disebut CPC atau cost per click), atau jumlah intensitas tampilan iklan di halaman situs (disebut CPM atau cost per impressions). Untuk opsi kedua, biasanya ongkos iklan dihitung per 1000 tampilan.

Jika Anda menggunakan layanan referrals, hitungan pendapatannya sudah paten meskipun hitungan tarifnya berbeda-beda. Misalnya, jika ada pengunjung situs yang mendaftarkan diri ke AdSense lewat situs Anda, dan Anda juga seudah mencapai pendapatan US$ 100 dalam 180 hari, maka bonus tambahan sebesar US$ 100 lagi akan dikirimkan ke akun. Andaikan ada pengunjung situs yang akhirnya menggunakan toolbar Google untuk browser Firefox-nya, Anda berhak menerima US$ 1 per pengguna.

Pembayaran dilakukan setiap Anda meraup untung per US$ 100. Setelah mencapai jumlah tersebut atau lebih, bayaran akan dikirimkan pada akhir bulan berikutnya. Seebelumnya Google akan mengonfirmasikan hal ini kepada Anda.

Proses pembayarannya ada tiga cara, yaitu melalui cek yang akan dikirimkan ke alamat Anda dan bisa dicairkan pada bank tertentu; lewat Electronic Funds Transfer di mana dana akan dikirimkan langsung ke rekening Anda di sebuah bank (seperti proses transfer dana biasa secara elektronik); dan melalui dana tunai layanan pengiriman uang Western Union. Sejumlah bank lokal menyediakan layanan Western Union tersebut.

Namun, untuk mendapatkan bayaran, informasi detil mengenai Anda memang menjadi syarat wajib, seperti memberikan alamat lengkap dan nama asli, mengisi formulir pembayaran, hingga menyerahkan data wajib pajak. Benar lho. Jika tidak ada data mengenai NPWP (Nomor Pokok Wajib Pajak), Google enggan membayar Anda, meskipun tidak berdomisili di ASt.

Google AdSense ini memang seperti “iseng-iseng berhadiah”. Dengan mendaftar, bisa jadi Anda memiliki tabungan dadakan atau harta karun terpendam yang bisa datang kapan saja. Jika tertarik, segeralah mendaftar (lihat panduannya daam boks). Namun pastikan, Anda berniat mengelola isi situs Anda dengan menarik agar pengunjung makin ramai mengunjungi. Lagipula, memang itu syaratnya.
(sumber: InfoKomputer)

TIP: Mendaftar Layanan AdSense

1. Masuk ke situs www.google.com/adsense lalu mendaftarlah.Setelah mendaftar dan disetujui, masuklah ke akun AdSense Anda. Pilih tab [AdSense Setup]. Pada halaman Get Ads, klik [AdSense for Content] untuk menentukan bentuk iklan.

2. Pilih jenis iklan yang dikehendaki. Setelah membentuk standar iklan, klik tombol Ad Unit. Untuk mendapatkan pilihan bentuk iklan, klik menu drop-down [Text and image ads (default)].

3. Olahlah bentuk iklan agar cocok dengan tampilan situs ANda secara keseluruhan. Tentukan pula ukuran iklannya. Semakin besar iklannya maka akan semakin menarik perhatian pengunjung situs.

4. Tentukan warna iklan. Anda bisa memilihj warna default atau pilih sendiri warna yang disukai dari palet warna yang muncul. Di halaman ini tersedia pula sampel darui warna iklan yang diberikan Google.

5. Jika ingin terus memantau performa dari iklan yang tampil di situs, Anda bisa menyisipkan sebuah channel di situs. Dengan channel ini, laporan mengenai performa (jumlah pengeklik) dari iklan akan terlaporkan. Jika belum membuat channel, lewati proses ini dengan mengeklik [Continue].

6. Selanjutnya akan muncul nama dari unit iklan. Nama ini akan memudahkan Anda untuk mengenali setiap unit iklan di situs sehingga jika ingin mengelolanya lagi di kemudian hari menjadi mudah.

7. Setelahnya, Anda akan diberikan kode HTML dari iklan yang harus Anda sisipkan ke halaman kode HTML situs. Jika sudah, iklan akan secara otomatis muncul di halaman situs. (KOMPAS tekno)






















Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Minz Meyer