Pusat Informasi Agusto

6 June , 2008

Robot NASA Mulai Gali Permukaan Mars

Filed under: Iptek, Angkasa Luar

Wahana peneliti Mars terbaru milik NASA mulai melakukan penggalian di permukaan tanah Planet Merah itu, sejak Selasa lalu (3/6).

Aktivitas robot itu masih dalam rangka latihan sebelum benar-benar melakukan penggalian tanah Mars akhir pekan ini, kata para ilmuwan NASA.

Uji coba penggalian dilakukan Minggu (1/6) dengan menggunakan lengan robot milik Phoenix Mars Lander untuk meneliti bahan-bahan pendukung kehidupan di planet paling dekat dari Bumi itu.

"Kita melihat material berwarna putih yang diambil dari permukaan Mars," ujar Pat Woida, insinyur senior di University of Arizona, Tucson, yang mengatur misi di Mars itu.

"Kami belum tahu jenis material ini," imbuhnya.

Phoenix mendarat di lapisan es Mars pada 25 Meiuntuk misi selama tiga bulan untuk meneliti apakah lintang utara Mars dapat mendukung kehidupan primitif. Tugas utama robot ini adalah mencari bukti-bukti air dan garam di masa lalu yang dianggap sebagai bahan pembentuk kehidupan.

Misi Phoenix Lander di Mars menelan biaya US$ 420 juta.



Lengan Robot Phoenix Menjejak Mars

Robot baru NASA yang meneliti Mars telah berhasil menapakkan kakinya di daratan Planet merah itu, yang meninggalkan bekas kaki wahana itu di daratan Mars.

Lengan robot yang dimiliki wahan peneliti bernama Phoenix Mars Lander itu telah melakukan tes berjalan, sepekan setelah wahan itu mendarat di Mars.

Robot peneliti yang memiliki laboratorium sendiri ini akan segera mengambil contoh tanah dan lapisan es dari Mars untuk mengetahui kemungkinan ada kehidupan di Planet Merah itu.

"Pendaratan pertama ini memungkinkan kami menugaskan lengan robot secara akurat," kata David Spencer, manajer misi Phoenix di Jet Propulsion Laboratory in Pasadena, California.

"Kami dalam situasi yang baik bagi uji coba di masa mendatang," katanya.

NASA akhir pekan lalu menampilkan foto lapisan es di bawah kaki Phoenix. Misi utama Phoenix adalah untuk menguji lapisan es sebagai bukti adanya bahan organik yang menjadi bahan kimia pembentuk kehidupan.

Phoenix

Mars Phoenix Lander Mendarat di Planet Merah

Setelah melakukan perjalanan hampir 10 bulan, pesawat antariksa Mars Phoenix Lander (MPL) mendarat di permukaan Planet Merah, Minggu (25/5).

MPL berada di Planet merah itu dalam misi untuk menyelidiki tanda-tanda kehidupan, demikian keterangan dari Jet Propulsion (JPL) di NASA.

Dengan kecepatan 13.000 mil per jam ketika pesawat antariksa tersebut mencapai atmosfer Mars, Phoenix Lander melakukan pendaratan di dekat kutub utara Mars dengan bantuan parasut dan roket untuk memperlambat lajut pesawat antariksa itu.

Phoenix Lander mendarat pukul 16:53 PDT (07:53 Waktu Bagian Timur Amerika/Senin, 06:53 WIB), setelah melakukan penerjunan hidup-atau-mati melalui atmosfer tipis Planet Merah.

Peristiwa itu menandai untuk pertama kali sebuah pesawat antariksa berhasil mendarat di salah satu wilayah kutub di planet itu.

"Ini jauh lebih menakutkan dibandingkan dengan dua penemu Mars," kata kepala ilmuwan antariksa NASA Ed Weiler.

Ia merujuk kepada pendaratan terlindung pesawat antariksa Spirit dan Opportunity.

Phoenix, yang tersedot oleh dayatarik Mars, turun dengan kecepatan 12.700 mil per jam (20.400 kilometer per jam) sebelum memasuki atmosfer, sehingga pesawat itu dapat melontarkan parasut dan menghidupkan roket agar dapat turun secara perlahan di permukaan Mars.

Pengawas penerbangan dan ilmuwan berjuang mengatasi tekanan sewaktu Phoenix menuntaskan perjalanan 10 bulan dengan jarak 423 juta mil. Dalam 14 menit, pesawat itu berubah dari pesawat jelajah antar-planet menjadi stasiun ilmiah yang berdiri bebas.

"Banyak orang benar-benar merasa tak nyaman," kata Doug McCuistion, Direktur Mars Exploration Program di Jet Propulsion Laboratory di Pasadena, yang mengawasi misi itu.

Ilmuwan pada 2002 mendapati bahwa wilayah kutub Mars memiliki beberapa bendungan luas yang berisi air beku di bawah lapisan tanah dangkal.

Phoenix diluncurkan 4 Agustus 2007, untuk mengambil contoh air dan memastikan apakah ada unsur yang tepat bagi kehidupan di Mars.

NASA berusaha melakukan pendaratan di kutub selatan Mars pada 1999, tapi masalah selama saat-saat terakhir pendaratan mengakhiri misi itu.

Badan antariksa AS membatalkan misi pendaratan berikutnya di Mars, tapi berhasil mengirim pesawat antariksa Spirit dan Opportunity ke wilayah ekuator planet tersebut untuk mencari tanda mengenai keberadaan air pada masa lalu.

Phoenix diciptakan dari sukucadang penyelidikan dan misi Polar Lander, yang gagal. Tak seperti pesawat penemu, Phoenix tak menggunakan kantung udara untuk berayung di permukaan planet itu, yang tak layak bagi pesawat antariksa yang lebih besar.

Malahan, Phoenix, seperti juga pesawat antariksa penyelidik era-1970-an Viking dan misi Polar Lander yang gagal, menggunakan kumpulan mesin jet untuk menurunkan dirinya ke permukaan dan kaki lipat untuk mendarat.

"Kami tak pernah berhasil mendarat dengan menggunakan kaki dan roket pendorong dalam 32 tahun," kata Weiler.

"Ketika kami mengirim manusia ke sana, laki-laki dan perempuan, mereka akan mendarat dengan menggunakan roket dan kaki, jadi penting untuk memperlihatkan bahwa kami masih mengetahui cara melakukannya." (sumber: inilah.com)[Ketok.com]

Jaringan AKKBB

Filed under: Info
Oleh Wangga

Nama Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan (AKKBB) menjadi buah bibir setelah peristiwa rusuh di silang Monas pada hari ahad siang, 1 Juni 2008. Sebelumnya, aliansi ini sering kali diidentikan dengan gerakan pembelaan terhadap kelompok sesat Ahmadiyah, sebuah kelompok yang mengaku bagian dari Islam namun memiliki kitab suci Tadzkirah—bukan al-Qur’an—dan Rasul Mirza Ghulam Ahmad, bukan Rasulullah Muhammad SAW.

Jika menilik perjalanan historis dan ideologi kelompok sesat Ahmadiyah dengan AKKBB, maka akan bisa ditemukan benang merahnya, yakni permusuhan terhadap syariat Islam, pertemanan dengan kalangan Zionis, mengedepankan berbaik sangka terhadap non-Muslim dan mendahulukan kecurigaan terhadap kaum Muslimin.

Ketika Ahmadiyah lahir di India, Mirza Ghulam Ahmad mengeluarkan seruan agar umat Islam India taat dan tsiqah kepada penjajah Inggris, dan mengharamkan jihad melawan Inggris. Padahal saat itu, banyak sekali perwira-perwira tentara Inggris, para penentu kebijakannya, terdiri dari orang-orang Yahudi Inggris seperti Jenderal Allenby dan sebagainya. Dengan kata lain, seruan Ghulam Ahmad dini sesungguhnya mengusung kepentingan kaum Yahudi Inggris.

Bagaimana dengan AKKBB? Aliansi cair ini terdiri dari banyak organisasi, lembaga swadaya masyarakat, dan juga kelompok-kelompok “keagamaan”, termasuk kelompok sesat Ahmadiyah. Mereka yang tergabung dalam AKKBB adalah:

• Indonesian Conference on Religion and Peace (ICRP)
• National Integration Movement (IIM)
• The Wahid Institute
• Kontras
• LBH Jakarta
• Jaingan Islam Kampus (JIK)
• Jaringan Islam Liberal (JIL)
• Lembaga Studi Agama dan Filsafat (LSAF)
• Generasi Muda Antar Iman (GMAI)
• Institut Dian/Interfidei
• Masyarakat Dialog Antar Agama
• Komunitas Jatimulya
• eLSAM
• Lakpesdam NU
• YLBHI
• Aliansi Nasional Bhineka Tunggal Ika
• Lembaga Kajian Agama dan Jender
• Pusaka Padang
• Yayasan Tunas Muda Indonesia
• Konferensi Waligereja Indonesia (KWI)
• Crisis Center GKI
• Persekutuan Gereja-gereeja Indonesia (PGI)
• Forum Mahasiswa Ciputat (Formaci)
• Jemaat Ahmadiyah Indonesia (JAI)
• Gerakan Ahmadiyah Indonesia
• Tim Pembela Kebebasan Beragama
• El Ai Em Ambon
• Fatayat NU
• Yayasan Ahimsa (YA) Jakarta
• Gedong Gandhi Ashram (GGA) Bali
• Koalisi Perempuan Indonesia
• Dinamika Edukasi Dasar (DED) Yogya
• Forum Persaudaraan antar Umat Beriman Yogyakarta
• Forum Suara Hati Kebersamaan Bangsa (FSHKB) Solo
• SHEEP Yogyakarta Indonesia
• Forum Lintas Agama Jawa Timur Surabaya
• Lembaga Kajian Agama dan Sosial Surabaya
• LSM Adriani Poso
• PRKP Poso
• Komunitas Gereja Damai
• Komunitas Gereja Sukapura
• GAKTANA
• Wahana Kebangsaan
• Yayasan Tifa
• Komunitas Penghayat
• Forum Mahasiswa Syariahse-Indonesia NTB
• Relawan untuk Demokrasi dan Hak Asasi Manusia (REDHAM) Lombok
• Forum Komunikasi Lintas Agama Gorontalo
• Crisis Center SAG Manado
• LK3 Banjarmasin
• Forum Dialog Antar Kita (FORLOG-Antar Kita) Sulsel Makassar
• Jaringan Antar Iman se-Sulawesi
• Forum Dialog Kalimantan Selatan (FORLOG Kalsel) Banjarmasin
• PERCIK Salatiga
• Sumatera Cultural Institut Medan
• Muslim Institut Medan
• PUSHAM UII Yogyakarta
• Swabine Yasmine Flores-Ende
• Komunitas Peradaban Aceh
• Yayasan Jurnal Perempuan
• AJI Damai Yogyakarta
• Ashram Gandhi Puri Bali
• Gerakan Nurani Ibu
• Rumah Indonesia

Menurut data yang ada, AKKBB merupakan aliansi cair dari 64 organisasi, kelompok, dan lembaga swadaya masyarakat. Banyak, memang. Tapi kebanyakan merupakan organisasi ‘ladang tadah hujan’ yang bersifat insidental dan aktivitasnya tergantung ada ‘curah hujan’ atau tidak. Maksudnya, kelompok atau organisasi yang hanya dimaksudkan untuk menampung donasi dari sponsor asing, dan hanya bergerak jika ada dana keras yang tersedia.

Namun ada beberapa yang memang memiliki ideologi yang jelas dan bergerak di akar rumput. Walau demikian, yang terkenal hanya ada beberapa dan inilah yang menjadi motor penggerak utama dari aliansi besar ini.

Keseluruhan organisasi dan kelompok ini sebenarnya bisa disatukan dalam satu kata, yakni: Amerika. Kita tentu paham, Amerika adalah gudang dari isme-isme yang “aneh-aneh” seperti gerakan liberal, gerakan feminisme, HAM, Demokrasi, dan sebagainya. Ini tentu dalam tataran ide atau Das Sollen kata orang Jerman.

Namun dalam tataran faktual, yang terjadi di lapangan ternyata sebaliknya. Kalangan intelektual dunia paham bahwa negara yang paling anti demokrasi di dunia adalah Amerika, negara yang paling banyak melanggar HAM adalah Amerika, negara yang merestui pasangan gay dan lesbian menikah (di gereja pula!) atas nama liberalisme adalah Amerika, dan sebagainya. Dan kita tentu juga paham, ada satu istilah yang bisa menghimpun semua kebobrokkan Amerika sekarang ini: ZIONISME.

Bukan kebetulan jika banyak tokoh-tokoh AKKBB merupakan orang-orang yang merelakan dirinya menjadi pelayan kepentingan Zionisme Internasional. Sebut saja Abdurrahman Wahid, ikon Ghoyim Zionis Indonesia. Lalu ada Ulil Abshar Abdala dan kawan-kawannya di JIL, lalu Goenawan Muhammad yang pada tahun 2006 menerima penghargaan Dan David Prize dan uang kontan senilai US$ 250, 000 di Tel Aviv (source: indolink.com), dan sejenisnya. Tidak terhitung berapa banyak anggota AKKBB yang telah mengunjungi Israel sambil menghujat gerakan Islam Indonesia di depan orang-orang Zionis Yahudi di sana. Mereka ini memang bergerak dengan mengusung wacana demokrasi, HAM, anti kekerasan, pluralitas, keberagaman, dan sebagainya. Sesuatu yang absurd sesungguhnya karena donatur utama mereka, Amerika, terang-terangan menginjak-injak prinsip-prinsip ini di berbagai belahan dunia seperti di Palestina, Irak, Afghanistan, dan sebagainya.

Jelas, bukan sesuatu yang aneh jika kelompok seperti ini membela Ahmadiyah. Karena Ahmadiyah memang bagian dari mereka, bagian dari upaya pengrusakkan dan penghancuran agama Allah di muka bumi ini. Bagi yang ingin mengetahui ideologi aliansi ini maka silakan mengklik situs-situs kelompok mereka seperti libforall.com, Islamlib.com. dan lainnya.

Walau demikian, tidak semua simpatisan maupun anggota AKKBB yang sebenarnya menyadari ‘The Hidden Agenda’ di balik AKKBB, karena agenda besar ini hanya diketahui oleh pucuk-pucuk pimpinan aliansi ini, sedangkan simpatisan maupun anggota di tingkat akar rumput kebanyakan hanya terikat secara emosionil kepada pimpinannya dan tidak berdasarkan pemahaman dan ilmu yang cukup. [hafez.wordpress.com]






















Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Minz Meyer